Selasa, 23 April 2013

HARI KEDUA UN DI DENA UPAKARA LANCAR

WONOSOBO - Memasuki hari kedua, ujian nasional tingkat SMP di SLB Dena Upakara berjalan dengan lancar. Sebanyak 6 orang siswa perempuan terlihat sangat serius mengerjakan soal Bahasa Inggris  yang diujikan hari ini (23/4).

"Pada tahun ini hanya terdapat 6 orang siswa yang mengikuti Ujian Nasional, menurun dari tahun lalu yang berjumlah 11 orang,"Ungkap Ketua Panitia Katarina Maria (48)."Hal ini  disebabkan karena jumlah siswa yang memenuhi kriteria untuk dapat masuk ke jenjang SMP menurun,"imbuh Katarina.

Untuk mengikuti ujian nasional kali ini, pihak sekolah mengaku tidak membekali para siswanya dengan persiapan khusus, hanya penambahan jam belajar seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah pada umumnya. 

" Jam belajar tambahan kami lakukan pada saat jam belajar harian, namun kalau biasanya dilakukan secara mandiri, khusus untuk persiapan ujian nasional kami laksanakan di bawah bimbingan guru."terang Katarina.

Jenis soal-soal yang diujikan disini tidak jauh berbeda dengan sekolah umum namun memang disesuaikan dengan standar Sekolah Luar Biasa. Para siswapun mengaku tidak menemui kesulitan yang berarti dalam mengerjakan soal."Soalnya cukup mudah, dan bisa dikerjakan semua,"tutur Danik (18) tahun dengan Bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Prestasi yang diraih oleh sekolah ini boleh dibilang  membanggakan, karena setiap tahunnya siswa SLB Dena Upakara berhasil lulus 100 persen dan banyak diantaranya yang melanjutkan ke sekolah umum. Bahkan pada tahun ini seluruh siswa kelas 3 yang pada hari ini mengikuti ujian nasional telah berhasil lulus ujian masuk salah satu sekolah ternama di Kabupaten Magelang.

"Mereka tinggal mengusahakan hasil ujian nasional, dan apabila nilainya memenuhi syarat dapat langsung diterima,"pungkas Katarina.










Sabtu, 13 April 2013

DESA SUROYUDAN, LUNAS PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DALAM 1 HARI

SUKOHARJO- Pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan yang resmi dilimpahkan kepada pemerintah kabupaten mulai tahun ini ternyata mendapat sambutan yang antusias dari sebagian masyarakat. Salah satunya oleh masyarakat desa Suroyudan, Kecamatan Sukoharjo. 

Pada hari Sabtu(13/4) di desa Suroyudan, Kecamatan Sukoharjo. Sebanyak 2.356 wajib pajak berbondong-bondong menuju tempat yang telah ditentukan untuk membayar tanggungan Pajak bumi dan Bangunan (PBB) dan proses pembayarannya selesai dalam waktu 1 hari saja.

Hal ini merupakan suatu pemandangan yang c

ukup unik mengingat cara penarikan PBB biasanya dilakukan oleh perangkat desa secara door to door yang memakan waktu cukup lama. Bahkan di beberapa desa  baru dapat diselesaikan pada tahun berikutnya.

 "Kesadaran membayar pajak masyarakat desa kami memang cukup tinggi dan metode ini telah kami rintis sejak 5 tahun lalu berdasarkan permintaan langsung dari warga masyarakat,"tutur kades Suroyudan Ahmad Suratno.

Proses pembayaran PBB di desa ini dimulai dari penyetoran masyarakat di masing-masing dusun lalu disetorkan ke desa pada hari itu juga."Salah satu maksud diterapkannya pola ini ialah untuk meminimalisir penyimpangan pada proses pembayaran PBB,"Imbuh Suratno.

Metode yang dipakai oleh masyarakat Suroyudan terbukti cukup efektif, terbukti dari pokok PBB sebesar Rp. 44.928.778,- dapat lunas seluruhnya. Bahkan wajib pajak yang berdomisili diluar wilayah Suroyudan ikut membayar pada hari itu. "Ini memang sudah menjadi kebiasaan desa ini sejak 5 tahun lalu dan saya selalu datang kesini untuk membayar tanggungan PBB," kata Munawir (40), salah seorang wajib pajak yang berdomisili di Banjarnegara.

Tercatat sebanyak 226 wajib pajak yang tersebar di luar wilayah Suroyudan seperti di Plodongan, Garunglor, Gumiwang bahkan sampai Kabupaten Banjarnegara.

Camat Sukoharjo, Mulyono mengaku menyambut baik tradisi yang dirintis oleh masyarakat Suroyudan ini,"Tradisi ini merupakan hal yang sangat positif dan kedepan akan terus kami dukung supaya hal ini dapat diikuti oleh desa-desa lain di kecamatan Sukoharjo."

Tanggapan positif  tak hanya muncul dari kalangan pemerintah namun juga dari Bank Jateng Cabang Wonosobo yang pada hari itu rela jemput bola untuk menerima setoran Pajak Bumi dan Bangunan langsung dari warga masyarakat.

"Kami sengaja untuk membuka loket pelayanan disini karena kami sangat apresiatif dengan antusiasme masyarakat disini untuk membayar PBB,"tutur Lely, salah satu petugas dari Bank Jateng.

Kesadaran masyarakat Suroyudan untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan patut diacungi jempol karena    hal itu sangat jarang dijumpai pada masyarakat desa dewasa ini.





Selasa, 09 April 2013

GUNUNG KARANG, REFRESH DI UJUNG BARAT WONOSOBO..

Melewati jalan aspal sepanjang 1 km
TAK banyak yang tahu mengenai Gunung Karang, Sukoharjo. Selain karena letaknya yang berada di ujung barat Kabupaten Wonosobo, tepatnya di Desa Jebengplampitan Kecamatan Sukoharjo, daerah ini juga bukan rute perlintasan utama sehingga jarang dilewati kecuali oleh penduduk sekitarnya. 

Sekilas gunung ini hanyalah susunan bongkahan batu yang terusun secara alami dan tertutup sedikit pepohonan. Namun apabila  dicermati, " gunung"  yang terletak di ketinggian 500 Dpl ini menyimpan pesona yang mungkin tak bisa ditemui ditempat lain. Tersusun dari batuan vulkanik yang diukir oleh hempasan angin dan hujan selama bertahun-tahun membuat batuan ini mempunyai pola-pola yang menakjubkan.

Udara yang segar, suara gemericik air sungai serta kicauan burung yang sesekali terdengar menambah nikmat suasana di daerah ini.

Disebut gunung karang, konon karena tempat ini dahulunya merupakan tempat menyepi para pujangga  untuk menemukan inspirasi dalam menulis syair-syairnya.

MENUJU GUNUNG KARANG
Menembus perkebunan salak

Perjalanan menuju gunung karang merupakan salah satu atraksi yang tak kalah menariknya terutama bagi yang mempunyai hobi trekking. Jalur sepanjang 3 km dengan medan yang cukup bervariasi ini sangat cocok untuk para penggemar trekking. Dimulai dari jalan aspal sepanjang 1 km dengan tanjakan yang cukup membuat ngos-ngosan, lalu dilanjutkan perjalanan di jalan setapak menembus perkebunan salak yang banyak dijumpai di daerah itu. Rasa panas disengat matahari tiba-tiba sirna ketika mulai melangkahkan kaki ditengah perkebunan salak. Lumpur dan sungai kecil dengan airnya yang jernih tak lupa menyapa ketika melewati jalur ini.

Namun rasa nyaman yang ditemui ketika memasuki kebun salak seakan harus berkurang saat melewati tanjakan setapak yang cukup licin. Perlu sedikit berhati-hati karena dikanan kiri masih terdapat banyak pohon salak lengkap dengan duri-durinya.
Menuju puncak

Setelah menempuh sekitar 1 jam perjalanan sampailah kita di kaki gunung karang. namun kurang lengkap rasanya apabila tak mendaki sampai ke puncak.

Dengan melewati celah-celah bebatuan sempit dan menanjak, serta harus melewati 2 "puncak" sampailah kita di puncak gunung karang. Perlu keberanian ekstra untuk dapat mencapai puncak karena bebatuan di  sini sangat curam. Juga terpaan angin yang cukup kencang kadang membuat kehilangan keseimbangan.

Sesampainya di puncak, semua rasa panas, capek, dan kaki yang pegal seakan-akan terbayarkan, karena suguhan pemandangan yang menakjubkan. Mahakarya alam terukir jelas di tiap-tiap batu yang terdapat disini. Disamping itu pemandangan landscape yang ijo royo-royo seakan ikut mengobati rasa lelah saat berjalan.

Pemandangan dari puncak
Waktu terasa berjalan sangat cepat disini, namun dengan suguhan yang menakjubkan membuat pengunjung rata-rata enggan untuk beranjak pulang. 


Medan yang tidak terlalu ekstrem, udara yang segar dan pemandangan yang indah membuat daerah ini sangat cocok untuk trekking  bagi semua orang bahkan bagi orang yang sekedar ingin jalan-jalan melepas stres..3 Km rough terrain, 500 MASL..Adventure For All !


HUJAN DERAS, BAHU JALAN LONGSOR 15 METER

SUKOHARJO - Hujan deras yang turun beberapa hari ini mengakibatkan bahu jalan di jalan raya Sukoharjo - Sempol longsor sepanjang 15 meter dengan lebar sekitar 2 meter. Lokasi longsoran yang terletak di Desa Karanganyar ini cukup mengkhawatirkan karena tepat berada di bibir tebing curam dengan ketinggian 25 meter. Tanah longsor yang terjadi pada hari Senin (8/4) juga mengakibatkan sebagian pondasi guardreel yang terpasang di sisi jalan menjadi menggantung.

Tak ada korban jiwa dalam musibah ini karena lokasi terletak ditengah-tengah kebun milik warga.

Camat Sukoharjo, Mulyono ketika ditemui ketika meninjau lokasi mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi longsoran tersebut,"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk segera mengatasi longsoran karena sangat membahayakan pengguna jalan,"tutur Mulyono.

"Saat ini kami juga sudah mengambil langkah pengamanan dengan memasang rambu peringatan agar pengguna jalan lebih hati-hati ketika melalui jalur ini,"imbuhnya.

Longsor yang terjadi di Karanganyar disinyalir terjadi karena terdapat gorong-gorong dibawah jalan yang tergerus air sehingga laju air menjadi tidak terkendali dan menghanyutkan tanah dibawahnya.

Tingginya curah hujan yang terjadi di wilayah ini juga dituding menjadi salah satu penyebab terjadinya longsoran di daerah ini.

"Kami akan berharap agar langkah perbaikan dapat dilaksanakan secepatnya mengingat tingginya curah hujan akhir-akhir ini sehingga dikhawatirkan dapat memicu terjadinya longsor susulan yang berakibat lebih parah." pungkas Mulyono.

Rabu, 13 Februari 2013

VALENTINE (?)

SUKOHARJO - Tanggal 14 Februari bagi sebagian kalangan terutama muda-mudi dikenal sebagai hari valentine atau hari kasih sayang. Coklat, bunga maupun kado yang lain mendadak laris manis pada hari ini. Tak sedikit pula yang merayakan "hari kasih sayang" ini dengan cara yang ekstrim, Drugs,Drunk and Sex tak jarang turut menghiasi perayaan ini. 

Banyak sekali referensi yang memuat tentang hari valentine, salah satunya seperti yang dilansir oleh merdeka.com berikut ini.

Hari Valentine pertama kali dikenal sebagai warisan bangsa Romawi, meskipun demikian Paus Gelasius pada 494 masehi mengadopsi festival Juno Februata dengan nama baru Festival Purifikasi Perawan Maria. Tanggal pelaksanaannya sempat diubah dari 14 Februari menjadi 2 Februari kemudian dikembalikan lagi.


Sejatinya, para pemimpin gereja ingin menggelar festival pagan itu setelah Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi. Lupercalia termasuk dalam prioritas, namun rakyat Romawi menolak. 

Hingga akhirnya Paus Gelasius pada 496 Masehi mulai merayakan Lupercalia dengan diganti nama menjadi Hari Santo Valentinus. Nama ini merujuk pada Santo valentinus, orang suci dieksekusi kaisar Romawi pada 270 Masehi karena kepercayaannya. 

Menurut Ensiklopedia Katolik, ada tiga orang bernama Santo Valentinus, satu adalah pastor dari Roma, seorang lagi uskup di Interamna, dan yang lain hidup di Afrika. 

Untuk menghapus tradisi kaum penyembah berhala, Gereja Katolik Roma mengganti nama-nama perawan dengan nama orang-orang suci. Mereka menolak arisan seks. 

Romo Benny Susetyo, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan di Konferensi Wali Gereja Indonesia, perayaan Hari Valentine memang tidak terkait dengan agama tertentu. Dia menambahkan Gereja Katolik Roma juga masih memperdebatkan soal sejarah Santo Valentinus. 

Menurut dia, Hari Kasih Sayang biasa dirayakan di rumah-rumah di Eropa, bukan dengan pesta-pesta. "Kalau ada gereja merayakan, cuma sekadar menggelar misa," kata Romo Benny.   

Kalau Nasrani tidak mengenal tradisi Hari Valentine, Islam bahkan mengharamkan merayakannya. "Kalau merayakan berarti ikut mempromosikan kebatilan," ujar Ali Mustafa Yaqub, Imam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, ketika dihubungi secara terpisah.

Sabtu, 09 Februari 2013

MANFAAT AIR KELAPA BAGI WANITA


SUKOHARJO - Air kelapa telah turun temurun dikenal mempunya banyak khasiat, mulai dari pelepas dahaga sampai menjadi obat penawar racun dalam tubuh. Namun dibalik itu masih banyak manfaat dari air buah kelapa ini yang belum kita ketahui.

Selain sebagai minuman menyegarkan di musim panas, Anda juga dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan dari air kelapa. Air kelapa telah menjadi minuman kesehatan tropis yang dikonsumsi di seluruh dunia.

Bagi wanita, air kelapa juga memiliki manfaat khusus. Berikut beberapa diantaranya, seperti dilansir Boldsky, Jumat (8/2/2013):

1. Minuman sehat saat hamil

Wanita hamil di daerah tropis bisa minum air kelapa setiap hari untuk meredakan morning sickness dan mencegah muntah. Minuman ini mengandung elektrolit, klorida, kalsium, kalium, natrium, dan riboflavin, juga kaya vitamin C yang sangat diperlukan selama kehamilan.

Air kelapa juga mengandung asam laurat (ditemukan dalam ASI), serta sifat antibakteri dan antimikroba yang melindungi tubuh dari infeksi.

2. Menyembuhkan infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah infeksi umum yang dihadapi oleh mayoritas perempuan. Air kelapa membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi ragi yang menyebabkan infeksi saluran kemih atau lainnya. Konsumsilah air kelapa dua kali sehari jika Anda menderita infeksi vagina tersebut.

3. Membantu penurunan berat badan

Ini satu lagi manfaat kesehatan dari air kelapa yang tidak hanya berlaku untuk perempuan, tetapi juga laki-laki. Air kelapa rendah kalori dan juga mengenyangkan. Ini akan mengeluarkan racun dari tubuh, membersihkan sistem dan melewati oksigen dalam sel darah. Minuman bebas lemak ini juga menurunkan tingkat kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan membakar timbunan lemak dalam tubuh.

4. Baik untuk kulit

Air kelapa menyediakan manfaat kesehatan serta manfaat kulit untuk wanita. Air kelapa menghidrasi dan membersihkan kulit. Jadi, untuk mendapatkan kulit lembut, bersih dan lembab, konsumsilah air kelapa.

5. Menyembuhkan rasa terbakar di vagina

Dehidrasi atau infeksi vagina bisa menyebabkan rasa terbakar di vagina. Jadi, konsumsilah air kelapa jika Anda menderita peradangan vagina, sesaat sebelum atau setelah buang air kecil.

Kamis, 07 Februari 2013

E-KTP DI KECAMATAN SUKOHARJO MULAI DIDISTRIBUSIKAN

SUKOHARJO - Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sebagai hasil perekaman yang dilakukan secara massal beberapa waktu lalu, hari ini (7/12) mulai didistribusikan kepada masyarakat yang telah melakukan perekaman data di masing-masing desa. Langkah tersebut diambil agar E-KTP yang telah jadi dapat segera sampai ditangan pemiliknya.

"Untuk teknis pembagian kami serahkan seluruhnya kepada perangkat desa masing-masing, kami hanya memantau proses pembagiannya." ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Sukoharjo, Hermawan Animoro.

Walaupun pembagiannya dilakukan di masing-masing desa, namun rambu-rambunya cukup tegas. Antara lain, warga yang akan mengambil E-KTP yang sudah jadi harus menukarkannya dengan KTP lama yang masih berlaku, dan bagi yang KTP nya hilang harus membawa surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepemilikan KTP ganda, walaupun dalam waktu dekat KTP non elektronik akan dinyatakan tidak berlaku karena sudah digantikan oleh KTP elektronik.

Pendistribusian E-KTP ini sebenarnya sudah dinantikan oleh warga mengingat proses perekaman datanya sendiri telah selesai pada bulan Juli 2012 lalu.

"E-KTP baru didistribusikan hari ini karena memang proses pembuatannya yang cukup memakan waktu, bahkan pencetakannya hanya bisa dilakukan di Jakarta. Kami hanya bertugas untuk melakukan perekaman  data dan mendistribusikan apabila sudah jadi." imbuh Hermawan.

Jeda waktu antara perekaman dan pembagian yang cukup lama ini menimbulkan permasalahan tersendiri terutama data-data kependudukan yang telah berubah. "Yang sering ditemui ialah perubahan status perkawinan dan status pekerjaan, namun kami telah menyediakan mekanisme perbaikan data yang salah." imbuhnya pula.

Walaupun telah dibagikan pada hari ini, namun tak semua warga yang telah melakukan perekaman data mendapatkan KTP elektronik ini. Hal ini dikarenakan E-KTP di Kecamatan Sukoharjo belum seluruhnya jadi. "Dari 21.046 wajib KTP yang telah melakukan perekaman data baru sekitar 17 ribu yang sudah jadi,"tambah Hermawan.

Masyarakat Sukoharjo sendiri mengaku puas walaupun harus menunggu lama untuk mendapatkan E-KTP ini,"Kualitas bahan dan pencetakannya jauh lebih bagus daripada KTP yang biasa (non elektronik-red),"tutur Wardoyo (49) warga desa Plodongan Kecamatan Sukoharjo.

Perlakuan terhadap E-KTP inipun sedikit berbeda dengan KTP biasa,"kepada masyarakat yang telah menerima E-KTP diharapkan agar menyimpannya baik-baik karena pada saat ini proses pembuatannya masih membutuhkan waktu lama dan jangan sekali-kali dijepit menggunakan staples karena didalamnya terdapat microchip yang berisi data pemiliknya."pungkas Hermawan

KTP seringkali dipandang sebagai dokumen yang tidak begitu penting namun dengan dibagikannya E-KTP ini diharapkan masyarakat dapat menyadari arti penting dari KTP.