Sabtu, 09 Februari 2013

MANFAAT AIR KELAPA BAGI WANITA


SUKOHARJO - Air kelapa telah turun temurun dikenal mempunya banyak khasiat, mulai dari pelepas dahaga sampai menjadi obat penawar racun dalam tubuh. Namun dibalik itu masih banyak manfaat dari air buah kelapa ini yang belum kita ketahui.

Selain sebagai minuman menyegarkan di musim panas, Anda juga dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan dari air kelapa. Air kelapa telah menjadi minuman kesehatan tropis yang dikonsumsi di seluruh dunia.

Bagi wanita, air kelapa juga memiliki manfaat khusus. Berikut beberapa diantaranya, seperti dilansir Boldsky, Jumat (8/2/2013):

1. Minuman sehat saat hamil

Wanita hamil di daerah tropis bisa minum air kelapa setiap hari untuk meredakan morning sickness dan mencegah muntah. Minuman ini mengandung elektrolit, klorida, kalsium, kalium, natrium, dan riboflavin, juga kaya vitamin C yang sangat diperlukan selama kehamilan.

Air kelapa juga mengandung asam laurat (ditemukan dalam ASI), serta sifat antibakteri dan antimikroba yang melindungi tubuh dari infeksi.

2. Menyembuhkan infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih adalah infeksi umum yang dihadapi oleh mayoritas perempuan. Air kelapa membunuh bakteri yang menyebabkan infeksi ragi yang menyebabkan infeksi saluran kemih atau lainnya. Konsumsilah air kelapa dua kali sehari jika Anda menderita infeksi vagina tersebut.

3. Membantu penurunan berat badan

Ini satu lagi manfaat kesehatan dari air kelapa yang tidak hanya berlaku untuk perempuan, tetapi juga laki-laki. Air kelapa rendah kalori dan juga mengenyangkan. Ini akan mengeluarkan racun dari tubuh, membersihkan sistem dan melewati oksigen dalam sel darah. Minuman bebas lemak ini juga menurunkan tingkat kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan membakar timbunan lemak dalam tubuh.

4. Baik untuk kulit

Air kelapa menyediakan manfaat kesehatan serta manfaat kulit untuk wanita. Air kelapa menghidrasi dan membersihkan kulit. Jadi, untuk mendapatkan kulit lembut, bersih dan lembab, konsumsilah air kelapa.

5. Menyembuhkan rasa terbakar di vagina

Dehidrasi atau infeksi vagina bisa menyebabkan rasa terbakar di vagina. Jadi, konsumsilah air kelapa jika Anda menderita peradangan vagina, sesaat sebelum atau setelah buang air kecil.

Kamis, 07 Februari 2013

E-KTP DI KECAMATAN SUKOHARJO MULAI DIDISTRIBUSIKAN

SUKOHARJO - Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) sebagai hasil perekaman yang dilakukan secara massal beberapa waktu lalu, hari ini (7/12) mulai didistribusikan kepada masyarakat yang telah melakukan perekaman data di masing-masing desa. Langkah tersebut diambil agar E-KTP yang telah jadi dapat segera sampai ditangan pemiliknya.

"Untuk teknis pembagian kami serahkan seluruhnya kepada perangkat desa masing-masing, kami hanya memantau proses pembagiannya." ujar Kasi Pemerintahan Kecamatan Sukoharjo, Hermawan Animoro.

Walaupun pembagiannya dilakukan di masing-masing desa, namun rambu-rambunya cukup tegas. Antara lain, warga yang akan mengambil E-KTP yang sudah jadi harus menukarkannya dengan KTP lama yang masih berlaku, dan bagi yang KTP nya hilang harus membawa surat keterangan kehilangan dari kepolisian. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepemilikan KTP ganda, walaupun dalam waktu dekat KTP non elektronik akan dinyatakan tidak berlaku karena sudah digantikan oleh KTP elektronik.

Pendistribusian E-KTP ini sebenarnya sudah dinantikan oleh warga mengingat proses perekaman datanya sendiri telah selesai pada bulan Juli 2012 lalu.

"E-KTP baru didistribusikan hari ini karena memang proses pembuatannya yang cukup memakan waktu, bahkan pencetakannya hanya bisa dilakukan di Jakarta. Kami hanya bertugas untuk melakukan perekaman  data dan mendistribusikan apabila sudah jadi." imbuh Hermawan.

Jeda waktu antara perekaman dan pembagian yang cukup lama ini menimbulkan permasalahan tersendiri terutama data-data kependudukan yang telah berubah. "Yang sering ditemui ialah perubahan status perkawinan dan status pekerjaan, namun kami telah menyediakan mekanisme perbaikan data yang salah." imbuhnya pula.

Walaupun telah dibagikan pada hari ini, namun tak semua warga yang telah melakukan perekaman data mendapatkan KTP elektronik ini. Hal ini dikarenakan E-KTP di Kecamatan Sukoharjo belum seluruhnya jadi. "Dari 21.046 wajib KTP yang telah melakukan perekaman data baru sekitar 17 ribu yang sudah jadi,"tambah Hermawan.

Masyarakat Sukoharjo sendiri mengaku puas walaupun harus menunggu lama untuk mendapatkan E-KTP ini,"Kualitas bahan dan pencetakannya jauh lebih bagus daripada KTP yang biasa (non elektronik-red),"tutur Wardoyo (49) warga desa Plodongan Kecamatan Sukoharjo.

Perlakuan terhadap E-KTP inipun sedikit berbeda dengan KTP biasa,"kepada masyarakat yang telah menerima E-KTP diharapkan agar menyimpannya baik-baik karena pada saat ini proses pembuatannya masih membutuhkan waktu lama dan jangan sekali-kali dijepit menggunakan staples karena didalamnya terdapat microchip yang berisi data pemiliknya."pungkas Hermawan

KTP seringkali dipandang sebagai dokumen yang tidak begitu penting namun dengan dibagikannya E-KTP ini diharapkan masyarakat dapat menyadari arti penting dari KTP.




Minggu, 27 Januari 2013

KETUA TIM PENGGERAK PKK DESA SE- KECAMATAN SUKOHARJO RESMI DILANTIK

SUKOHARJO - Menyusul pelantikan Kepala Desa terpilih di Kabupaten Wonosobo pada 15 Januari lalu, pada hari Sabtu ( 26/1) dilantik pula Ketua TP PKK yang baru di Kecamatan Sukoharjo oleh ketua TP PKK Kecamatan Sukoharjo, Retno Dudi Wardoyo.

Acara yang mengambil tempat di aula Kecamatan Sukoharjo ini dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Aina Kholiq Arif beserta rombongan. Disamping Ketua TP PKK Kabupaten, hadir pula Muspika Kecamatan Sukoharjo, dinas/instansi, serta kepala desa se-Kecamatan Sukoharjo.

Dalam acara tersebut dilantik 11 orang istri kepala desa yang baru dilantik, yang otomatis menjabat sebagai Ketua TP PKK 

Dalam sambutannya, Ketua  TP PKK Kabupaten Wonosobo, Aina Kholiq Arif menyampaikan bahwa jabatan Ketua TP PKK ini merupakan suatu berkah dan rahmat dari Allah SWT, "Jabatan Ketua TP PKK Desa ini bukan sesuatu yang kebetulan namun merupakan suatu berkah dan rahmat dari Allah SWT."

Disampaikan pula bahwa tugas PKK di desa cukup berat pada masa yang akan datang,"Kita harus bisa menyiapkan generasi muda kita untuk menghadapi tantangan di masa yang akan datang terutama  akhlak,salah satunya melalui program senja keluarga, "tutur Aina.

"Selain itu kader PKK juga harus bisa menjadi salah satu motor perubahan di desa menuju masyarakat desa yang maju dan sejahtera,"imbuh Aina.

PKK mempunyai ruang lingkup kegiatan yang sangat luas meliputi bidang kesehatan, pendidikan, hukum, ekonomi serta keagamaan yang terbagi dalam kelompok kerja (pokja) yang dimiliki oleh PKK.

"Tugas kader PKK ialah melakukan observasi terhadap kebutuhan dan permasalahan yang ada di wilayahnya masing-masing kemudian berkoordinasi aktif dengan  pemerintah desa guna  mengambil tindakan sesuai dengan permasalahan yang berkembang di desanya, namun tetap berpedoman pada 10 program pokok PKK."imbuhnya pula.

Kecamatan Sukoharjo mempunyai catatan yang cukup membanggakan di bidang PKK, salah satunya Desa Plodongan yang berhasil menyabet juara nasional pada lomba PKK. Selain itu juga ada desa Gumiwang yang beberapa waktu lalu berhasil menyabet juara Provinsi dan sedang bersiap untuk berlaga di tingkat nasional.



Kamis, 17 Januari 2013

LONGSOR DI GARUNG LOR, 1 TEWAS 23 LUKA-LUKA

SUKOHARJO - Sebanyak 1 orang tewas dan 23 orang luka-luka dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Garung Lor, Kecamatan  Sukoharjo. Kejadian tersebut bukanlah kejadian sebenarnya namun  hanyalah skenario dalam simulasi penanganan bencana tanah longsor yang digelar di Dusun Cangak, Desa Garung Lor Kecamatan Sukoharjo pada hari Kamis (17/1).

Dalam kegiatan yang dipantau langsung oleh Dandim 0707 Wonosobo Letkol Inf. Agus Muchlis Latif,S.IP ini melibatkan 300 personel dari berbagi unsur yaitu TNI/POLRI, Linmas, Tim SAR Kabupaten, Tim SAR Perhutani, Tim Kecamatan Sukoharjo, Perangkat Desa serta masyarakat desa setempat.

Pada acara tersebut disimulasikan langkah-langkah dalam menangani bencana tanah longsor mulai dari teknik peringatan dini, mobilisasi penduduk, evakuasi korban, hingga penanganan pengungsi.

Camat Sukoharjo Dudi Wardoyo ketika ditemui di tengah-tengah acara mengatakan bahwa simulasi ini merupakan langkah awal untuk menyiapkan masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana,"Kegiatan simulasi ini bertujuan menyiapkan masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana longsor terutama di daerah Garung Lor ini."

Digelarnya kegiatan simulasi bencana di Desa Garunglor ini bukannya tanpa alasan karena wilayah ini sudah masuk zona merah bencana tanah longsor,"Kegiatan ini memang sengaja kami gelar di Dusun Cangak ini karena memang kawasan ini sudah masuk siaga merah bencana dikarenakan sudah adanya pergerakan tanah sedalam 5 meter di bukit yang terletak diatas dusun ini." imbuh Dudi.

DI sela-sela acara yang dihadiri oleh Ka Kesbang Pol Linmas, Muspika, dan SKPD terkait ini juga diserahkan bantuan dari PDAM Wonosobo berupa 80 dus mie instan dan 50 set matras tidur  bagi para pengungsi.

Dusun Cangak desa Garunglor  memang tengah dalam kondisi siaga bencana. Hal ini dikarenakan telah terjadi retakan tanah selebar 5 meter di bukit yang terletak persis di sebelah timur dusun ini. "Retakan tanah telah terjadi sejak 1 bulan lalu dan sampai sekarang warga masih takut berada dirumah di malam hari, apalagi dalam kondisi hujan," tutur Kades Garung Lor, Parmin.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 87 KK telah mengungsi di balai dusun sejak 1 bulan lalu menyusul terjadinya retakan tanah di bukit yang terletak di sebelah dusun.











Rabu, 26 Desember 2012

GARUNG LOR AMBLES, 87 KK MENGUNGSI


SUKOHARJO — Sedikitnya 87 keluarga Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (26/12/2012), masih mengungsi di Balai Dusun Desa Garung. Mereka khawatir tanah ambles di bukit setinggi 50 meter berpotensi memicu longsor besar.

Foto : Ilustrasi
Kepala Desa Garung Lor Nanang mengatakan, warga yang terdampak yakni 261 jiwa dari 87 keluarga. "Saat ini, perangkat desa sudah menyiapkan sejumlah tenda dan rumah pengungsian," ujarnya.

Hujan deras yang mengguyur Wonosobo menyebabkan bukit setinggi 50 meter di Dusun Garung Cangak, Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, ambles dan tanahnya bergeser sekitar 3 meter, Selasa malam. Guna menghindari terjadinya longsor, ratusan warga yang berada di kawasan permukiman padat penduduk di bawah bukit langsung dievakuasi ke lokasi aman.

Menurutnya, tanah ambles di atas bukit milik Perhutani tersebut terjadi setelah diguyur hujan deras. Warga yang tinggal di bawah bukit dikejutkan dengan suara tanah bergerak. "Setelah dicek ternyata tanah sudah ambles sekitar 1,5 meter dan bergeser ke bawah sekitar 3 meter," ujar Nanang.

Camat Sukoharjo, Dudi Wardoyo ketika dihubungi menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang terjadi," Saat ini kami telah berkoordinasi dengan PMI, SAR Kabupaten Wonosobo dan TNI/POLRI untuk mengantisipasi seandainya terjadi longsoran yang lebih besar lagi."

"Disamping itu kami juga sedang mengusahakan bantuan bagi para pengungsi berupa makanan, obat-obatan dan perlengkapan lainnya,"imbuh Dudi.

Garung Lor merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Sukoharjo yang rawan bencana terutama tanah longsor. Hal ini disebabkan kondisi geografis wilayah serta kondisi tanah yang labil.

Rabu, 05 Desember 2012

WASPADA CUACA EKSTRIM

Foto : Ilustrasi
HUJAN deras yang hampir setiap hari mengguyur Kabupaten Wonosobo beberapa minggu terakhir ini membuat warga di  wilayah Kecamatan Sukoharjo sedikit was-was. Betapa tidak, wilayah Sukoharjo ini kerap menjadi langganan bencana alam. Terutama bencana tanah longsor yang datang seiring dengan musim hujan seperti ini.Dalam 2 minggu terakhir saja tercatat sebanyak 2 kejadian bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah ini yaitu di Desa Kalibening dan Jebengplampitan.

"Di kalibening terjadi longsoran yang menimpa sebuah rumah dan di Jebengplampitan senderan saluran irigasi longsor sehingga sebanyak 25 hektar lahan terancam tidak terairi,"ungkap Camat Sukoharjo Dudi Wardoyo

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Kecamatan Sukoharjo memang akrab dengan bencana tanah longsor, sebut saja Kalibening, Suroyudan, Garung Lor dan Pulus. Desa-desa tersebut merupakan daerah yang kerap tertimpa bencana tanah longsor. Hal itu disebabkan karena kondisi geografis yang sebagian besar terdiri dari perbukitan.

"Disamping kondisi wilayah yang terdiri dari perbukitan, tanah di daerah tersebut kebanyakan labil sehingga rawan longsor apabila terus menerus diguyur hujan,"imbuh Dudi.

Untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi bencana tanah longsor, Dudi mengaku telah berkoordinasi aktif dengan pihak-pihak terkait. Selain itu pihaknya juga menyiagakan seluruh aparat desa sebagai garda terdepan penanganan bencana di wilayah kecamatan Sukoharjo.

"Kami telah menginstruksikan kepada semua jajaran aparat desa untuk segera melaporkan pada kesempatan pertama apabila di wilayahnya terjadi bencana agar dapat segera tertangani dengan baik."tambah Dudi.

Penanganan bencana memang sangat tergantung dengan kecepatan pelaporannya. Disamping itu koordinasi yang matang juga menjadi kunci sukses penanganan terhadap suatu bencana.

Minggu, 02 Desember 2012

MENUJU E-VILLAGE

Pelatihan aplikasi pelayanan di Aula Kecamatan Wonosobo
PERKEMBANGAN Teknologi Informasi (TI) belakangan ini sangat luar biasa cepat. Tak hanya hitungan bulan, dalam hitungan hari bahkan hitungan jam saja, ada saja penemuan baru di bidang TI ini. Hal ini membuat arus informasi menjadi sangat cepat, bahkan hanya dalam hitungan detik saja perkembangan di  suatu belahan dunia dapat diakses dari belahan dunia yang lain melalui internet.Hal ini membuat masyarakat harus selalu berpacu dengan waktu sehingga semua harus dilakukan secara instan dan cepat termasuk dalam hal pelayanan publik.

Untuk menjawab tantangan tersebut banyak konsep dan wacana yang telah digulirkan antara lain E-Government dan juga Paperless Government. Kedua konsep tersebut bertujuan untuk menyediakan layanan kepada masyarakat secara cepat, transparan, efektif dan juga efisien yang telah diterapkan pada beberapa lembaga maupun instansi pemerintah.

Kecamatan Sukoharjo sebagai salah satu unsur lini dalam pelayanan masyarakat di Kabupaten Wonosobo juga  tak mau ketinggalan. Dimulai dengan aplikasi pembuatan APBDes yang telah dilempar terlebih dahulu, kali ini kecamatan Sukoharjo mencoba untuk membuat gebrakan baru di bidang TI.

Bersama dengan kecamatan lain di Kabupaten Wonosobo, kecamatan di ujung barat Wonosobo ini kembali meluncurkan aplikasi yang digunakan untuk pelayanan sehari-hari kepada masyarakat seperti surat pengantar, surat pengantar nikah, bahkan sampai pada penyusunan daftar pemilih.

"Dengan aplikasi ini pembuatan surat pengantar yang biasanya memakan waktu 10-15 menit, sekarang bisa dibuat hanya dalam waktu 1,5-2 menit saja." tutur Kasi Pemerintahan Kecamatan Sukoharjo, Hermawan Animoro. "Bahkan untuk penyusunan DP4 pemilu yang biasanya memakan waktu hingga 1 bulan, dengan aplikasi ini hanya butuh waktu 15 menit termasuk pencetakan,"imbuhnya.

Aplikasi yang diluncurkan kali ini kabarnya berbeda dengan aplikasi-aplikasi lainnya karena aplikasi ini berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang kerap terjadi dalam pengurusan berkas-berkas kependudukan. Selain itu juga dapat digunakan baik secara online maupun offline.

"Disamping untuk meminimalisir kesalahan, aplikasi berbasis NIK ini juga bertujuan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan, masyarakat yang akan mengurus surat-surat harus mempunyai NIK dan terdaftar sebagai penduduk desa yang bersangkutan."imbuh Hermawan.

Peluncuran aplikasi ini diawali dengan adanya pelatihan bagi desa-desa pilot project sehingga nantinya dapat dijadikan desa percontohan bagi penerapan TI di bidang pelayanan masyarakat khususnya di wilayah Sukoharjo.

"Pelatihannya telah kami laksanakan pada hari Sabtu (1/12) kemarin di aula Kecamatan Wonosobo, namun untuk pendampingan akan kami lakukan secara berkelanjutan sampai desa benar-benar menguasai aplikasi ini,"kata Hermawan. 

Diluncurkannya aplikasi ini direspon positif oleh beberapa perangkat desa terutama bagi desa yang akan dijadikan percontohan penggunaan aplikasi ini yaitu Rogojati dan Sempol. "Kami menyambut baik dengan adanya aplikasi ini karena tugas-tugas yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat menjadi semakin cepat, akurat dan mudah, "tutur Sekretaris Desa Rogojati, H. Purwadi.

Penggunaan TI di masyarakat dewasa ini seakan-akan menjadi sebuah kewajiban yang tak boleh ditinggalkan. Mulai untuk rekreasi, shopping sampai mengadu nasib lewat internet. Tak pelak  Hal ini membuat banyak lembaga-lembaga baik profit maupun non profit berlomba-lomba untuk menerapkan Teknologi Informasi dalam kegiatan sehari-harinya. Disamping karena efektif, efisien, dan transparan juga untuk mengurangi faktor human error yang kerap kali terjadi.